Selamat, selamat, selamat, RAMBU-ku.
Dunia hari ini berhenti sejenak,
seolah mengingatkan kita untuk mengucap syukur,
atas waktu yang telah berlalu,
dan menaruh harap pada yang akan datang.
Walau yang terbaik tak selalu sempat singgah.
11.59...
Tak ada yang dapat kuberi,
selain serangkai doa
yang telah diucap di kamar bercat putih itu.
Ingat,
kau tidak sendiri.
Semangat,
hidup ini ada untuk mencari makna,
dan memberi yang terbaik bagi diri sendiri.
Jaga senyummu itu,
yang begitu berharga.
Selamat, selamat lagi, Rambu,
hari esok datang untuk dirayakan.
Perginya masih terasa,
remah-remah ceritanya masih dan akan tinggal.
Terima kasih telah tetap,
maaf telah hadir.
Hari ini ada untuk dikenang,
bukan untuk kamu atau kalian,
melainkan untuk diriku sendiri.
20 Maret,
akan menjadi penanda di tiap tahunnya,
sebagai pengingat untuk bersyukur kepada Sang Khalik.
Terima kasihku untuk Ibu, Ayah.
Di saat kata tak mampu dirangkai,
niscaya dan percaya,
perasaan datang untuk meramaikan.
I am so happy for you,
and always.

This comment has been removed by the author.
ReplyDelete